cerita inspirasi 

Nama   : Insan Aulia

Nrp      : H44100072

Laskar 1

Bismillah…

Aku gak tau mau nulis apa..merasa hidupku terlalu biasa, tapi tiap manusia pasti punya sesuatu yang mampu buatnya terinspirasi, dan bersemangat menjalani hidup selanjutnya. Ada kisah-kisah kecil dalam kepingan episode hidupku yang mampu buatku ‘ngeh’ akan kehidupan yang kadang terasa terlalu kompleks. Kisah-kisah kecil yang kadang tak sadar telah membuka mata dan hati ku yang sering lupa memaknai hakikat hidup sesungguhnya.

Aku putri ke dua dari tiga bersaudara, kisah pertama ku mulai dari persaudaraan ku dengan kakak perempuan ku yang hanya berjarak 1,5 tahun di atasku. Dia yang dilahirkan thalasemia, membuat pertumbuhannya mau tak mau ada di bawahku, keadaannya yang sering sakit, sehingga menyedot perhatian lebih dari orang tua ku, terkadang mau tak mau naluri kanak-kanak ku merasa perhatian orang tua ku hanya tertuju padanya, entahlah…ketika aku berfikir aku iri, aku bertanya lagi, iri pada siapa? Iri pada apa? Semakin usiaku bertambah, aku belajar dan berusaha paham atas suratan takdir yang Allah berikan padaku, juga pada kakak ku, aku banyak belajar untuk bersyukur atas keadaan ku yang dilahirkan sehat, aku banyak belajar kegigihan, dan berusaha memaksimalkan apa yang aku punya yang diberikan Allah untuk ku. Kisah kedua masih dari perjalanan hidupku yang lahir dan besar di berbagai tempat (pindah-pindah), entah mengapa Allah selalu mengirimku orang-orang yang mampu buatku selalu bersyukur, sempat tinggal di daerah yang mayoritas tetangganya menengah ke bawah, tukang becak, pedagang, dll kembali selalu membuat ku bersyukur atas apa yang telah Allah berikan untuk ku dan keluarga kami, meski saat itu ayah sempat tidak memiliki pekerjaan. Aku banyak terinspirasi bukan pada mereka yang besar yang dengan mudah mampu meraih kebesarannya, bukan pada mereka yang kaya yang tanpa perjuangan mereka menjadi kaya, bukan pada mereka yang sehat yang terkadang lupa untuk bersyukur dan memaksimalkan kemampuannya, bukan pada mereka yang pintar yang dengan mudah mampu menunjang kepintarannya. Teringat teman semasa sekolah dasar yang mungkin bisa jadi kisah ketiga ku, namanya Rubiana, seorang anak dari pedagang gatot,lupis,dan tiwul (sejenis makanan ringan khas daerah) yang hidup sangat  sederhana, dengan jumlah saudara yang banyak, serta tuntutan membantu pekerjaan orang tua, aku terinspirasi darinya dia pintar walau pun peringkat kelasnya ada dibawah peringkat ku, tapi dia siswa yang cerdas dengan keadaan hidup nya yang seperti itu dia mampu tetap bertahan dengan peringkatnya hingga lulus, aku yakin jika dia punya keadaan seperti ku, yang mampu berprestasi dengan ditunjang banyak hal dari orang tua, dia mampu menembus juara olimpiade atau siswa teladan. Darinya kemudian aku yang hidup sangat berkecukupan belajar arti kesederhanaan, belajar bersyukur atas keadaan apapun yang Allah takdirkan untuk kita jalani, Rubiana yang polos yang berfikiran sangat sederhana, sesederhana rumahnya yang terbuat dari gedek, dan sangat kecil untuk dihuni keluarganya yang besar. Sebelum berpisah dari sekolah dasar, aku bertanya, “rubi…cita-citanya apa?? Dengan polos ia menjawab…”tukang jahit…aahhhhhh, Rubiku yang sederhana, entahlah dia melanjutkan sekolah atau tidak karna  kemudian kami berpisah.

Sungguh, aku bingung ketika mendapat tugas ini, karna kukatakan di atas, hidupku terlalu biasa, entah lah kisah ku di atas bisa menginspirasi atau tidak, namun setidaknya, itulah sedikit hal yang mampu buatku terinspirasi untuk bersyukur, dan selalu bersemangat menjalani hidup yang kulalui, ketika aku merasa kekurangan, aku harus melihat kebawah ku, ketika aku menyia-nyiakan kesempatanku, aku sadar bahwa apa yang Allah berikan untukku sungguh harus aku syukuri dan manfaatkan semaksimal ku. Teman-teman inilah kisah ku, aku yakin kalian pun punya banyak kisah inspirasi yang mampu menambah syukurku padaNya…

Alhamdulillah